LSN News › Malaysia

Business · Malaysia Bureau

Karpet Kashmir yang Legendaris Kehilangan Kilaunya di Pasaran Global

Industri tekstil bersejarah di Kashmir menghadapi krisis generasi ketika pengrajin muda enggan memasuki bidang yang menawarkan upah rendah dan jam kerja panjang. Tukang tenun berpengalaman kini hanya memperoleh pendapatan sekitar US$5 sehari.

LSN Malaysia · 27 August 2026

Karpet Kashmir yang Legendaris Kehilangan Kilaunya di Pasaran Global

Karpet Kashmir, yang sekali menjadi komoditi ekspor utama dan simbol keahlian tekstil Asia, kini menghadapi ancaman kepupusan seiring dengan mininya minat generasi muda untuk melanjutkan warisan kerajinan tersebut.

Kesulitan ekonomi menjadi penyebab utama penolakan tenaga kerja muda terhadap profesi pengrajin karpet. Dengan upah harian yang mencapai hanya sekitar US$5 bagi para tukang tenun master sekalipun, bidang ini dianggap tidak menarik dibandingkan dengan peluang kerja lain yang menawarkan kompensasi lebih baik.

Para pengrajin tradisional perlu menjalani jam kerja yang sangat panjang untuk menyelesaikan setiap karpet. Proses pembuatan yang memakan waktu berbulan-bulan ini, dikombinasikan dengan remunerasi yang rendah, telah menciptakan lingkungan kerja yang tidak lagi menarik bagi generasi baru.

Kondisi ini mencerminkan tantangan yang lebih luas dalam pelestarian kerajinan tradisional di kawasan Asia Selatan. Industrialisasi dan modernisasi telah mengubah lanskap ekonomi, dengan generasi muda lebih memilih pekerjaan bergaji tetap di sektor formal daripada mengikuti jejak nenek moyang mereka.

Tanpa langkah-langkah intervensi untuk meningkatkan pendapatan dan kondisi kerja pengrajin, khawatir keahlian membuat karpet Kashmir yang telah diwariskan selama berabad-abad akan hilang dalam satu atau dua dekade ke depan.