World · Indonesia Bureau
Sentimen Nasionalisme Hambat Akuntabilitas Indonesia atas Kabut Asap
Retorika nasionalis menjadi penghalang dalam upaya pertanggungjawaban Indonesia terkait bencana kabut asap yang melanda kawasan. Isu lingkungan transnasional ini terus menjadi tantangan diplomatik bagi negara-negara Asia Tenggara.
LSN Indonesia ·
Polemik seputar kebakaran hutan dan kabut asap di Indonesia kembali menunjukkan bagaimana sentimen nasionalisme dapat mengaburkan tanggung jawab lingkungan yang seharusnya menjadi prioritas utama.
Permasalahan kabut asap lintas batas yang berulang kali melanda wilayah Asia Tenggara menciptakan ketegangan diplomatik yang signifikan. Sementara negara-negara tetangga menuntut tindakan konkret, narasi nasionalis domestik sering kali mengalihkan fokus dari upaya perbaikan dan akuntabilitas yang sesungguhnya diperlukan.
Berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah hingga industri, menggunakan argumen kedaulatan nasional sebagai alasan ketidakmampuan mengatasi akar permasalahan. Strategi ini tidak hanya memperlambat penyelesaian krisis lingkungan tetapi juga merusak kepercayaan regional dan upaya kerjasama multilateral.
Para ahli menekankan bahwa pencegahan dan pengelolaan hutan yang berkelanjutan memerlukan komitmen nyata dan transparansi dari semua pihak, bukan sekadar pertahanan retoris. Tanpa perubahan pendekatan, siklus bencana kabut asap diprediksi akan terus berulang, merugikan jutaan masyarakat di kawasan dan merusak ekosistem secara jangka panjang.