World · Malaysia Bureau
Mahasiswa harus jadi pencipta nilai, bukan pengonsumsi teknologi: Raja Muda Perlis
Tuanku Syed Faizuddin Putra Jamalullail menekankan penguasaan teknologi perlu diiring dengan budaya membaca, pemikiran kritis, dan nilai-nilai yang kukuh untuk menghasilkan generasi muda yang berdaya.
LSN Malaysia ·

Raja Muda Perlis Tuanku Syed Faizuddin Putra Jamalullail menyeru para mahasiswa untuk tidak sekadar menjadi pengguna pasif teknologi, tetapi menjadi pencipta nilai yang bermakna bagi masyarakat.
Titah baginda menekankan bahwa penguasaan keterampilan teknologi harus dibarengi dengan fondasi yang kuat dalam bidang lain. Aspek-aspek seperti budaya membaca yang mendalam, kemampuan pemikiran kritis, dan penanaman nilai-nilai etika dianggap sama pentingnya dalam pembentukan generasi pemimpin masa depan.
Menurut pandangan baginda, kombinasi antara kemahiran teknologi dan kesadaran intelektual akan memungkinkan mahasiswa untuk berkontribusi secara lebih signifikan dalam menciptakan solusi inovatif yang bermanfaat. Pendekatan holistik ini dipercaya dapat menghasilkan lulusan yang tidak hanya menguasai alat-alat digital, tetapi juga memiliki wawasan dan kebijaksanaan dalam menggunakannya.
Wejangan baginda mencerminkan kekhawatiran yang berkembang di kalangan pendidik dan pemimpin terhadap tren overfokus pada aspek teknis tanpa memperhatikan pengembangan karakter dan kapabilitas analitis. Dengan penekanan pada keseimbangan ini, baginda mengajak institusi pendidikan dan mahasiswa sendiri untuk mempertimbangkan kembali filosofi pembelajaran di era digital.